Kamis, 15 April 2010

LANGKAH – LANGKAH BUDI DAYA JANGKRIK
Sembari menanti hujan kembali turun, petani bisa memanfaatkan waktu luang musim kemaraunya untuk membudidayakan jangkrik. Budi daya jangkrik yang dikembangkan Asosiasi Jangkrik Indonesia atau Astrik Indonesia bekerja sama dengan IPB mudah dan sederhana. Modal awalnya Rp 1,4 juta untuk membuat kandang dan telur jangkrik. Dalam waktu 35 hari jangkrik sudah bisa dipanen dan memberikan keuntungan Rp 900.000. Jenis jangkrik yang dibudidayakan adalah jangkrik kalung. Jangkrik kalung mengandung protein, asam amino (sistein untuk antioksidan), asam lemak (omega 3 dan omega 6), hormon (progesteron, estrogen, testosteron) dan kolagen dibanding jenis lainnya. Karenanya, jangkrik kalung banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku industri farmasi, obat, kosmetik, atau pakan burung dan bahkan makanan manusia. Berikut ini langkah-langkah budi daya jangrik yang dikembangkan Astrik Indonesia dan IPB. Membuat kandang 1. Kandang terbuat dari kayu tripleks atau kardus bekas berukuran 100cm x 60cm x 30cm bisa menampung 4.000 ekor jangkrik. Dan kotak ini bisa digunakan 4-5 kali. Atap kandang dilapisi koran atau daun kelapa/daun pisang/daun jati/daun tebu/serabut kelapa. 2. Bahan yang dibutuhkan: -lakban licin coklat 4 buah -lem kertas putih 4 buah -serbuk gergaji 2 plastik -lis kayu/bambu 40+40 3. Pendukung pertumbuhan atau rumah jangkrik adalah tempat merambat dan nangkring jangkrik berupa empat lengkungan baik besar dan delapan lenkungan kecil yang dibentuk seperti kerangka besi sebuah payung. Penetasan telur 1. Telur jangkrik dimasukkan ke dalam kain lembab. Telur akan menetas 2-3 hari kemudian. Setiap 400 gram telur akan menghasilkan 80 kg jangkrik umur 35 hari (1 kg jangkrik kurang lebih 1.000 ekor). 2. Bahan yang dibutuhkan: -Kain tetas 2 buah/dus atau per kandang -Nampan 2 buah/dus atau per kandang -Pasir -Sprayer -Kertas koran bekas -Paket telur jangkrik yang berisi telur 400 gram/paket 3. Cara menetaskan: -Taruh 20 gram telur (1-2 sendok/dus atau per kandang) -Telur diangin-anginkan terlebih dahulu sekitar 1/2 jam -Cuci pasir dengan air panas dan letakkan di atas nampan -Nampan diisi pasir (lembab) -Siapkan kain tetas dan lembabkan dengan percikan air -Taruh kain tetas di atas nampan -Taburkan telur merata di kain tetas -Tutup telur dengan melipat kain tetas -Tutup kain tetas dengan kertas koran lembab -Jaga kelembaban kain tetas (disemprot tiap hari) Pemeliharaan dan pembesaran 1. Pada proses pembesaran, jangkrik diberi pakan yang cukup baik yaitu pakan pelet buatan Astrik dan sayuran (wortel, gambas, daun katuk, daun pepaya, sawi, dan lainnya). 2. Pemberian sayuran mengikuti ketentuan berikut masa pertumbuhan hari ke-1 sampai ke-10 sebanyak 2 kali/hari, hari ke-11 sampai ke-30 (1 kali/2 hari) dan masa pertumbuhan lebih dari 30 hari tidak diberi pakan sayur. 3. Tahapan pemberian pakan sayuran: -Cuci dan tiriskan sayuran -Iris tipis sayuran yang sudah tiris -Angin-anginkan sekitar lima menit -Pakai alas lebih baik ketika menganginkan -Buang sisa sayuran yang tidak dimakan sebelum diganti sebaiknya sore hari 4. Sedangkan untuk minuman diberikan dalam pasir basah Bahan pakan dan minum 1. Pakan -Dibutuhkan 6 kg pakan per dus/kandang sampai panen -Berikan sesuai kebutuhan -Pakan hendaknya habis tiap hari -Pemberian pakan dua kali sehari -Pakan diletakkan di tengah kotak -Pakai alas lebih baik -Di atap rumah jangkrik (semprot terlebih dahulu) -Pakan buatan Astrik diletakkan tipis merata (tidak menggunung) 2. Minum Masa Pertumbuhan 1-10 hari minuman diberikan di: -Spon/busa dibasahi dalam wadah/nampan beralas pasir atau kain di tengah kotak -Semprot atap rumah jangkrik -Kontrol pakan dua kali sehari Masa Pertumbuhan lebih dari 10 hari minuman diberikan di: -Nampan penetasan yang diisi kerikil dan air -Tambah air kalau kurang Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam budi daya jangkrik kalung: 1. Jangkrik tumbuh kerdil karena bibitnya buruk atau suhu kandang lebih dari 30 derajat C 2. Kanibalisme atau saling memakan antarjangkrik disebabkan kurang makanan/sayur, kurang minum, atau kurang rumah/persembunyian 3. Jangkrik mencret diakibatkan makanan tak teratur dan suhu yang kurang baik. 4. Hati-hati terhadap perangkap yang menyebabkan jangkrik meloloskan diri dan tidak nyaman seperti lakban terbuka, ada lubang lakban, air tergenang, lubang pinggir dinding, dan lubang kecil untuk kabur 5. Penting membersihkan kandang sebelum digunakan kembali dengan kuas/sikat gigi bekas, semprot dengan larutan sirih atau desinfektan, lalu jemur di sinar matahari langsung selama dua hari Tahap panen dan pemasaran Jangkrik bisa dipanen pada umur 35 hari yaitu ketika sudah bersayap. Panenan jangkrik (yang sehat, tidak ada luka atau anggota badan lepas) bisa diantar sendiri ke Bagian Pemasaran Astrik Indonesia. Di Bogor bisa diantar ke Padepokan Jangkrik Gedung AP4, Kampus IPB Darmaga. No telpon yang bisa dihubungi 021-381215, 085217306479, 0811119407, 0811117836. Tinjauan ekonomi Dengan modal awal Rp 1,4 juta, petani bisa memulai usaha beternak jangkrik. Modal awal tersebut digunakan untuk kandang, telur, pakan, dan biaya persiapan lainnya (Belum termasuk biaya pengangkutan dan pendampingan): -Kotak (20 buah) Rp 200.000 -Telur 400 gr Rp 240.000 -Pakan 120 kg Rp 900.000 -Beban oven Rp 50.000 -Biaya administrasi Rp 10.000 -Total Rp 1.400.000 Penghitungan keuntungan per 80 kg jangkrik hasil panenan yang dijual Rp 30.000 per kilogram: -Penjualan 80 kg jangkrik Rp 2.400.000 -Modal Rp 1.400.000 -Biaya pengangkutan satu paket Rp 100.000 -Keuntungan Rp 900.000
MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA MELALUI BUDIDAYA JANGKRIK



Jangkrik adalah binatang yang biasanya menjadi mainan anak-anak, terutama karena dapat mengeluarkan suara yang nyaring, dan dijadikan binatang aduan. Namun demikian, jangkrik ddapat pula dibudidayakan sebagai usaha yang menguntungkan untuk menambah pendapatan keluarga.Kegunaan jangkrik sangat banyak antara lain sebagai pakan burung, pengganti tepung ikan dalam pakan ayam dan aebagai pakan ikan seperti arwana.

Peluang usaha dalam bidang jangkrik masih terbuka secara luas, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri tetapi juga memenuhi kebutuhan pasar di luar negeri seperti Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa. Bahkan Filipina dan Malaysia ternyata membutuhkan jangkrik dari Indonesia.

Apabila dalam waktu senggang, anda sempat jalan-jalan ke pasar burung yang ada di Jakarta, misalnya di jalan Pramuka atau di jalan Barito, akan dijumpai beberapa pedagang burung yang menyediakan pula jangkrik sebagai barang dagangannya. Seekor jangkrik dijual kurang lebih seharga Rp 50,00/ekor. Jangkrik yang dipasarkan pada umumnya mulai yang belum tumbuh bulu sayapnya atau disebut clondo sampai dengan jangkrik dewasa yang telah mempunyai sayap. Walaupun telah ada beberapa peternak yang membudidayakan jangkrik, namun pada hari-hari tertentu, biasanya hari Sabtu atau Minggu, kebutuhan akan jangkrik meningkat sedangkan persediaan jangkrik terbatas, sehingga konsumen harus datang lebih pagi guna mendapatkan jangkrik untuk pakan binatang piaraannya. Gambaran ini hanyalah menunjukan suatu segmen pasar yang terbatas yaitu pada dua tempat tersebut di atas. Padahal, jangkrik tidak hanya digunakan untuk pakan binatang kesayangan saja melainkan dibutuhkan untuk keperluan lain dalam skala yang lebih besar, seperti untuk kebutuhan ekspor ke luar negeri. Harga jangkrik dalam skala ekspor berkisar antara Rp 1.000,00/ekor untuk Singapura, dan 0,2 US$/ekor untuk Amerika. Dengan memperhatikan kebutuhan pasar yang masih cukup luas, maka budidaya jangkrik masih mempunyai prospek yang cerah dan pantas dikembangkan.

Jangkrik termasuk bangsa serangga bersayap lurus, tergolong kelas insecta (serangga). Jangkrik hidup di bawah rerumputan kering, di balik bebatuan dan di bawah bongkahan tanah. Jangkrik mempunyai siklus hidup yang tidak begitu panjang, tumbuh dan berkembang di iklim basah.

Untuk melaksanakan kegiatan budidaya jangkrik tidak memerlukan persyaratan yang rumit, sejumlah biaya yang besar, tempat yang luas, serta pengetahuan yang tinggi. Yang diperlukan hanyalah modal kesabaran dan ketelatenan.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam beternak jangkrik ialah sebagai berikut:

a. Ada dua alternatif yang dapat dipilih. Bagi peternak pemula dalam beternak jangkrik, yaitu dengan penetasan telur dan mengembangbiakkan melalui perkawinan induk pejantan untuk mendapatkan telur. Telur dapat diperoleh dari peternak jangkrik.

b. Metode penetasan telur jangkrik ada beberapa cara:

1. Dengan memakai kain kaos. Telur ditaruh pada kain kaos dan disemprot air dengan memakai sprayer. Usahakan air jangan sampai mengenai telur. Jarak penyemprotan kurang lebih satu lengan. Setelah disemprot, kemudian kain dilipat dalam empat lipatan. Selanjutnya ditaruh pada stoples plastik yang telah dibersihkan. Pada bagian atas diberi penutup dengan ventilasi decukupnya. Kelembapan udara di dalam stoples selalu dikontrol agar tidak terlaulu basah atau terlalu kering. Jika terlalu basah, akan memudahkan tumbuhnya jamur yang dapat merusak telur. Sebaliknya, apabila kelembapan udara di dalam stoples terlalu kering, telur tersebut menjadi gabuk, dan embrio tidak kuat memecah kulit telur tersebut, akibatnya bibit mati sebelum menetas. Telur jangkrik akan menetas sekitas 5-6 hari.

2. Dengan cara memakai media pasir yang sudah dilembapkan. Pasir yang sudah disterilkan dengan dijemur atau digoreng untuk mematikan hama yang mungkin terbawa dalam pasir. Selanjutnya pasir dibiarkan mendingin dengan sendirinya dan disemprot air dengan menggunakan sprayer agar lembap dan basah. Tuangkan pasir tersebut pada loyang atau tempat lain dengan ketebalan pasir sekitar dua sentimeter. Kemudian telur ditaburkan di atas pasir, setelah itu ditutup dengan pasir dengan ketebalan setengah sentimeter.

c. Setelah telur menetas menjadi nimfa clindo kecil, letakkan di ember plastik dan bagian atas diberi lakban agar clondo tidak keluar. Pada usia 7-10 hari, clondo dipindahkan dan diberi pakan misalnya gambas yang dipotong tipis-tipis dan makanan tambahan seperti pur 511 atau 521. atau tepung ramuan yang terdiri dari kacang hijau, kedelai, beras mentah, beras jagung, tepung ikan dan usfa mineral, yang digoreng sangrai (tidak menggunakan minyak) dan dihaluskan. Untuk nimfa yang usianya antara 20 sampai dengan 30 hari, menu pakannya ditambah dengan daun krokot, dan singkong, daun kacang, daun klobot, daun jagung muda, dan ubi atau wortel. Pada usia menjelang panen atau 30-40 hari diberikan jagung muda sebagai makanan tambahan. Untuk mempercepat pertumbuhan jangkrik, ditambahkan multivitamin.

d. Media kombong jangkrik. Kandang jangkrik terdiri dari beberapa ukuran, antara lain ukuran kecil yaitu 80x 120x30 cm, yang pada salah satu sisinya terbuat dari kawat kasa, bisa menampung untuk satu sendok telur. Sedangkan kandang besar biasanya berukuran 90x180x30 cm, yang bisa menampung dua sendok telur. Pada kandang yang terbuat dari triplek baru, hendaknya pada sisi dsalam dilapisi dengan tanah yang berfungsi sebagai pelapis terhadap bahan kimia pada lem triplek, sekaligus memberi kesan seperti lingkungan alami bagi jangkrik.

e. Media persembunyian. Karena jangkrik termasuk binatang kanibal/bisa memangsa binatang sejenisnya, maka tempat persembunyian harus dibuat dengan cara mengeringkan daun klaras, daun jati, daun ilalang, jerami atau daun sukun yang sudah dikeringkan dan disterilkan. Selanjutnya daun digulung kecil, semacam lorong, sehingga dapat digunakan sebagai tempat persembunyian.

Usaha Meraup Rupiah dengan Budidaya Jangkrik

Perkembangan budidaya jangkrik (Liogryllus Bimaculatus) di berbagai wilayah di Indonesia dewasa ini skalanya cukup besar, begitu juga dengan seminar-seminar tentang budidaya jangkrik yang banyak diadakan di berbagai kota. Budidaya jangkrik banyak dilakukan mengingat waktu yang dibutuhkan untuk produksi telur yang akan diperdagangkan hanya memerlukan waktu ± 2-4 minggu. Sedangkan untuk produksi jangkrik untuk pakan ikan dan burung maupun untuk diambil tepungnya, hanya memerlukan 2- 3 bulan. Jangkrik betina mempunyai siklus hidup ± 3 bulan, sedangkan jantan kurang dari 3 bulan. Dalam siklus hidupnya jangkrik betina mampu memproduksi lebih dari 500 butir telur.

Usaha budidaya jangkrik memang bisa menjadi peluang bisnis yang sangat menguntungkan, baik sebagai usaha sampingan maupun usaha berskala besar. Apalagi setelah ditemukan adanya kandungan zat-zat penting yang sangat bermanfaat. Tidak hanya sebagai pakan burung kicauan dan ikan, tetapi juga sebagai bahan baku industri. Di samping itu, beternak jangkrik bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan. Semua orang bisa dengan mudah belajar beternak jangkrik.

Penyebaran jangkrik sendiri di berbagai wilayah Indonesia cukup merata, namun untuk kota-kota besar yang konsumennya para penggemar burung dan ikan, pada awalnya sangat tergantung pada jangkrik yang berasal dari alam, namun lama kelamaan jangkrik yang ada di alam pun saat ini semakin berkurang. Sehingga budidaya jangkrik bisa dikembangkan sebagai peluang usaha yang cukup bagus dalam sebuah skala industri.

Beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan dalam pemilihan lokasi pembudidayaan, antara lain:

  1. Lokasi yang digunakan sebagai tempat budidaya jangkrik harus tenang, teduh dan mendapat sirkulasi udara yang baik.
  2. Lokasi tersebut juga jauh dari sumber-sumber kebisingan seperti pasar, jalan raya dan lain sebagainya.
  3. Tidak mendapat sinar matahari secara langsung atau berlebihan.

Budidaya jangkrik merupakan alternative usaha yang cukup mudah dan menguntungkan jika dikerjakan dengan serius. Selain ramah lingkungan, dari segi permodalan juga relatif terjangkau. Selain itu, masa pemeliharaannya juga relatif singkat. Jangkrik umur 35 hari sudah bisa dipanen. Dengan fakta tersebut, maka dibutuhkan beberapa persiapan yang matang dan serius untuk memulainya.Langkah-langkah yang dilaksanakan, berupa:

1. Penyiapan Sarana dan Peralatan

Dalam hal ini pembuatan sarana berupa kandang harus dilakukan pertama kali. Kandang untuk jangkrik menurut hasil pemantauan dilapangan dan pengalaman peternak biasanya berbentuk persegi panjang dengan ketinggian 30-50 cm, lebar 60-100 cm sedangkan panjangnya 120-200 cm.

Kandang dapat dibuat dari kayu dengan rangka kaso, namun untuk mengirit biaya, maka dinding kandang dapat dibuat dari triplek. Kandang biasanya dibuat bersusun, dan kandang paling bawah mempunyai minimal empat kaki penyangga. Untuk menghindari gangguan binatang seperti semut, tikus, cecak dan serangga lainnya, maka keempat kaki kandang dialasi mangkuk yang berisi air, minyak tanah atau juga vaseline (gemuk) yang dilumurkan ditiap kaki penyangga.

2. Peyiapan Bibit dari indukan

Bibit yang diperlukan untuk dibesarkan haruslah yang sehat,tidak sakit, tidak cacat (sungut atau kaki patah) dan umurnya sekitar 10-20 hari. Sementara Calon induk jangkrik yang baik adalah jangkrik-jangkrik yang berasal dari tangkapan alam bebas, karena biasanya memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik. Kalaupun induk betina tidak dapat dari hasil tangkapan alam bebas, maka induk dapat dibeli dari peternakan. Sedangkan induk jantan diusahakan dari alam bebas, karena lebih agresif.

3. Pemeliharaan

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan antara lain:

  • Sanitasi dan Tindakan Preventif
  • Pengontrolan Penyakit
  • Perawatan Ternak
  • Pemberian Pakan
  • Pemeliharaan Kandang